matahari nan terik dengan gagahnya ia berdiri di jendela langit
mengukir lelah serta amarah dari atas sana
meminta manusia untuk terus bekerja, belajar, dan bersabar
tanpa diduga sang kelabu dengan sigap mengambil alih semua pekerjaannya
mengubah terik menjadi gelitikan angin yang menyejukkan
semua manusia bersyukur
dunia tak lagi terik, tapi dunia kini kelabu
aku yang sedari tadi tak bosan melihat keakuan alam ini
hanya tertawa kecil melihat manusia-manusia yang tengah bersyukur
aku tak bisa mengumpamakan apa-apa
aku hanya bisa bersajak
bersajak mengenai sang kelabu
memaknai setiap detik anugerah yang ia cipratkan dalam suasana senyap
aku hanya bisa bersajak
menunggu sang kelabu melunturkan kegagahannya
turunkan hujan!
banyak manusia membenci kehadiran hujan
berdoa untuk segera melihat titik ini hilang
mereka bilang hujan adalah penghambat
mereka bernalar hujan adalah bencana
tanpa mereka fikir kembali hujan adalah nyawa
nyawa untuk mereka yang mencintai hujan
nyawa untuk tanaman yang tak kalian beri makan
nyawa untuk binatang yang tak punya majikan
berargument lah sekali lagi tentang hujan dan kelabu
mereka berdua takkan bisa di pisahkan
mereka beriringan. mereka sejalan
aku hanya penyair yang mencintai keduanya
aku hanya bisa bersajak untuk keduanya
aku tak memerlukan jaket ketika sang kelabu merajalela
aku tak membutuhkan payung untuk pengaman dikala hujan menggebu-gebu
aku hanya penyair yang membutuhkan keduanya
berjalan bersama hujan dan menikmatinya bersama kelabu
itu cukup bagi penyair sepertiku
mengukir lelah serta amarah dari atas sana
meminta manusia untuk terus bekerja, belajar, dan bersabar
tanpa diduga sang kelabu dengan sigap mengambil alih semua pekerjaannya
mengubah terik menjadi gelitikan angin yang menyejukkan
semua manusia bersyukur
dunia tak lagi terik, tapi dunia kini kelabu
aku yang sedari tadi tak bosan melihat keakuan alam ini
hanya tertawa kecil melihat manusia-manusia yang tengah bersyukur
aku tak bisa mengumpamakan apa-apa
aku hanya bisa bersajak
bersajak mengenai sang kelabu
memaknai setiap detik anugerah yang ia cipratkan dalam suasana senyap
aku hanya bisa bersajak
menunggu sang kelabu melunturkan kegagahannya
turunkan hujan!
banyak manusia membenci kehadiran hujan
berdoa untuk segera melihat titik ini hilang
mereka bilang hujan adalah penghambat
mereka bernalar hujan adalah bencana
tanpa mereka fikir kembali hujan adalah nyawa
nyawa untuk mereka yang mencintai hujan
nyawa untuk tanaman yang tak kalian beri makan
nyawa untuk binatang yang tak punya majikan
berargument lah sekali lagi tentang hujan dan kelabu
mereka berdua takkan bisa di pisahkan
mereka beriringan. mereka sejalan
aku hanya penyair yang mencintai keduanya
aku hanya bisa bersajak untuk keduanya
aku tak memerlukan jaket ketika sang kelabu merajalela
aku tak membutuhkan payung untuk pengaman dikala hujan menggebu-gebu
aku hanya penyair yang membutuhkan keduanya
berjalan bersama hujan dan menikmatinya bersama kelabu
itu cukup bagi penyair sepertiku
write by @itijonas
Komentar