Langsung ke konten utama

#surat di langit biru

Langit biru, awan putih. berpadu padan menciptakan suasana indah. segemericik suara angin terdengar, hingga dedaunan kian melambai manja. siang ini aku kembali menulis rangkaian paragraf untukmu. hingga menciptakan larik-larik yang sedari tadi bergumpal di benakku.

apa kabar kau hari ini?
hari ini begitu cerah. suasana hatimu seperti hari ini kah?
siang ini, senandung burung yang berkicau, beramai-ramai dengan teriakan manusia-manusia yang lelah di sekitarku.
apakah hari ini pelajaranmu menyenangkan? apa yang kau dapat hari ini? masihkah kau mengatupkan kedua matamu sambil di alasi tas biru hitam yang menjadi saksi juang mu? apakah itu nyaman?

siang ini, hawa terasa begitu menyengat. pertahanan tubuhku tidak berniat untuk terlalu bersemangat. hari ini hanya beberapa alunan lagu yang dapat mewakili hasrat. seperti yang sudah kau tahu kebiasaanku jika suasana seperti ini mulai hadir. pepohonan rindang menjadi tujuan utama ku, dengan menggenggam buku wajib serta bolpoint yang selalu menemani hari-hariku, ku bawa mereka dengan penuh imajinasi-imajinasi yang sudah melimpah untuk segera di tuangkan.

kertas putih bersih, kini sudah mulai berwarna. berwarna hitam seperti kesukaanmu. setiap deduktif dan induktif yang kutulis kini bercerita tentang sesosok anak manusia yang mengajarkan tentang cinta dan luka kepada seorang gadis manja.tapi, gadis itu, kini sudah tak lagi berada dalam jalurnya. kau tau kenapa? si sosok klasik itu sudah menghancurkan setiap keping hatinya. aku merasa iba, melihat gadis itu kehilangan arah mata anginnya, aku melihat gadis itu tersesat. apa yang harus dia lakukan? apa kau tau sosok klasik itu malah melihat gadis manja itu dengan berpangku tangan. tak bertindak apa-apa. dimana perasaan lelaki itu?! itu yang ingin aku tanyakan padamu. logika ku buntu ketika melihat gadis manja itu meneteskan titik-titik air hangat di kedua pipi bakpao nya.

oh iya, ada lagi yang harus kau tau. ternyata sosok klasik itu hanya seorang pendusta! "sosok klasik itu hanya bermain-main dengan sekeping hati yang pernah patah" begitulah yang pernah gadis itu ucapkan. dan lucunya, gadis manja itu hanya tertawa ringan melihat drama yang tengah ia perankan. sudah berulang kali aku tanyakan apa alasan dari semua senyumnya itu. ia hanya selalu menjawab hal yang sama "aku tak terluka, aku hanya sakit" jawaban yang berbeda dari fakta. aku saja bisa membaca dari matanya yang hitam bulat itu, bahwa dia tidak hanya sekedar sakit. apa kau turut prihatin dengan keadaannya?

di bawah pohon rindang ini, angin kembali menggelitik pipiku dengan lembutnya yang membuat ku semakin bersemangat ingin menuliskan kisah gadis manja yang terluka itu. tanpa terasa kertas-kertas putihku sudah tergoreskan tinta hitam yang terlihat seperti mengerjakan sebuah catatan dan kini aku talah mrnjadikannya sebuah paragraf berlembar. abaikan lagi sajak-sajak ku ini, kita kembali dengan gadis manja tadi.

menurutmu, aku terlalu berlebihankah mendeskripsikan cerita gadis manja itu? tapi, aku ingin bertanya sekali lagi padamu. apa kau sependapat denganku jika sosok klasik itu benar-benar mempunyai karakter seperti Peter Pan dalam dongeng anak-anak Tinker Bell? si Peter Pan yang terus menahan Tinker Bell untuk tetap berada di sisinya, memberi hal-hal indah yang tanpa ia sadari ia melukai Tinker Bell. memaksa Tinker Bell untuk tetap bersamanya, sedangkan hatinya telah ia mantapkan untuk Wendy, gadis harapannya. kau tau kisa itu bukan? seperti kisah yang sering ku ceirtakan padamu. kisah yang membuatku tak pernah bosan untuk berulang kali menontonnya. dan di sisi ini Tinker Bell tanpa sengaja di perankan oleh gadis manja itu. dasar Peter Pan yang ababil! bocah! benarkan logika ku tentang itu? menurut mu apa jalan yang terbaik untuk membebaskan gadis manja itu dari jeratan sosok klasik yang terus menarik ulur hati gadis manja itu? karena kau seorang lelaki mungkin kau bisa memberi sedikit saran. jika kau sudah menemukan saran untuk itu, jangan lupa beri tahu aku.

mungkin, ini saja yang bisa aku ceritakan padamu untuk siang dengan langit biru kali ini. akan ku tulis lagi beberapa pucuk surat di cuaca yang berbeda dan dengan kisah-kisah lain yang akan ku temukan. langit biru hari ini, mewakili setumpuk rindu yang kian lama membuncah tertahan untukmu. semilir angin hari ini akan menyampaikannya padamu. ku tunggu balasan mu untuk sepenggal rindu di kertas putih sekali lagi...



someone who miss you so much

:)

write by @istiqasuwondo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...