Langsung ke konten utama

kau ada di sebelah kiri atas lengan bajuku

waktu itu sore, di lapangan hijau yang penuh dengan siswa yang tengah berbahagia, di tanggal yang seharusnya istimewa, semuanya tertawa bahagia. dan tepat sekali, itu pada pukul 17.12 di tanggal bahkan di jam yang bertepatan sama pula, aku memberanikan diri memintamu untuk menuliskan namamu di salah satu sudut baju putihku. aku meminta hanya namamu. tapi kau dengan penuh senyum manis itu memintaku terlebih dahulu untuk memberikan tanda tangan pada bajumu yang sudah di penuhi oleh coretan sahabat-sahabatmu. kau memberiku spidol hitam yang sudah hampir tak lagi berwarna. lama ku mencari ruang kosong yang tersedia, aku menemukan, sisi kanan paling bawah tepat di dekat buah kancing terakhir di bajumu. aku menuliskan tanda tangan sederhana ku, dan saat itu aku tanpa ragu menuliskan nama samaran kita dulu. tak perlu ku sebutkan apa itu, hanya 4 huruf yang kita kreasikan saat kita masih menjalin asmara. aku tersenyum, dan meminta izin untuk menulis nama itu, kau memperbolehkan. sungguh manis.

selesaiku menuliskan itu kau berbicara singkat padaku mengatakan "seharusnya kamu datang lebih awal biar aku bisa menyisahkan ruang yang bagus untuk kamu tulis" sambil terus tersenyum kamu mengambil alih spidol hitam yang sudah nyaris tak bertinta itu dari jemari ku, pelan kau juga mencari ruang untuk mengisi coretan di baju putih ku yang juga sudah penuh dengan coretan mereka. tepat di sebelah kiri atas lengan bajuku tersedia ruang kosong. kau mengatakan bagaimana dengan disini sambil menunjuk kearah lengan kiriku. aku hanya berbicara tak apa. kau mulai menulis, memberikan aksen serius saat menulis, iya walaupun hanya 'sebuah' tanda tangan, setidaknya kau ada di hari terakhir perjumpaan mengenakan seragam itu. tanpa aku meduga kau melakukan hal yang sama dengan yang ku lakukan. kau tidak menulis nama panjangmu, tapi kau menulis nama yang menjadi kreasi kita dulu 5 huruf yang hingga saat ini selalu unik untuk di dengar. walaupun terlihat samar dan sedikit pudar, tak apa, setidaknya kau mengisinya di paling atas.

dan tepat juga di pukul 18.41 lagi-lagi aku yang memintamu terlebih dahulu untuk mengabadikan gambar kita berdua. ini adalah foto ke 6 yang aku punya. aku masih menyimpannya. foto ke 6 sekaligus foto terakhir mungkin. kita memang tak banyak berfoto berdua, tapi setidaknya moment di 6 foto tersebut menyisahkan jalan ceritanya.

kita tak banyak mengucapkan frasa dalam bentuk kalimat indah, tapi kita selalu bisa saling melihat karena kita tak jauh dari pelupuk mata. sekarang, namamu sudah abadi terletak di sebelah kiri atas lengan bajuku, terima kasih :)
"kita memang tak banyak melalui kisah indah berdua, tapi setidaknya 936 hari kita selalu saling melewati waktu bersama. kau sebutkan aku seorang penyayang, ku sebut kau sebagai orang yang pernah ku sayang"



with love
Annisa Istiqa Suwondo
AIS-TP

Komentar

Gamis Baru mengatakan…
storynya bagus,
sangat membuat sesuatu jadi berkesan
:-)
salam

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...