"aku padamu sekarat.."
banyak frasa yang sudah ku tulis untukmu. dari mulai cacian hingga kerinduan. satu hal yang menyebalkan adalah menemukan dimana kau dan aku harus dipisah. baik secara jarak maupun hati. banyak hati yang terluka waktu itu, banyak makian yang terlontar. bahkan perwujudan dewasa belum menghampiri. ada aku yang menimpakan semua kesal pada waktu. karena telah dipertemukan dengan seorang kamu di waktu yang selalu saja salah.
mulanya, degup yang biasa. perhatian kecil yang kita bagi hanya pada waktu malam, dalam sunyi yang kelam. kau dan aku menyatu jadi kita. dari mula aku tak bisa berpakaian dengan baik, hingga kamu yang sibuk kesana-kemari dengan kerumunanmu. mulai dari cinta segitiga yang hinggap antara aku kau dan laki-laki itu. dipadu lagi dengan banyak tarikan yang menghalangi kesiapanku.
kau sudah dengan benar meletakkan hatimu dari awal. meski aku sering kali goyah, kau selalu mengingatkan bahwa kau akan selalu ada. meski aku lari berkali-kali, kau masih mencintaiku dengan sabar. dengan semua perkataanku, semua halnya yang terlihat buruk, hingga mematahkan harapan yang sudah kau bangun. dari banyaknya bagian, kau selalu menjelaskan hatimu dengan pelan.
hingga salah yang kita perbuat. menjadikan jarak pada hati makin tak karuan.
kini, aku pelan mulai mengerti menerjemahkan rasa. mengungkapkan degup dengan hati lapang tanpa beban. aku, kau ajari menjadi lebih kuat. menahan air mata dan menjadi dewasa. meski kisah yang ku tulis tentangmu berulang kali adalah hal yang sama. aku tak pernah bosan, menjadikanmu salah satu inspirasi dalam tulisanku. karna berkatmu, aku merangkai morfem per morfem dengan baik.
with love, itijonas
Komentar