"indah memang indah, saat kita mampu menatap dunia dengan cara yang sama."
aku semalaman ini hanya berkutat pada kisah-kisah lampau. mengenaimu dan kita yang dulu. aku menggali-gali lagi ingatan lama yang sudah tertumpuk dengan banyaknya beban akhir-akhir ini. aku berbaring di kasurku dengan laptop yang terletak di kedua pahaku. ku pangku, sambil mendengarkan lagu-lagu dari playlist-ku. ku ingat, aku pernah memintamu memberikan sebuah flashdisk yang berisi kenangan lama. sekitar tiga atau empat tahun yang lalu. ia kita waktu dulu.
aku mulai tertawa kecil, mengingat-ingat lagi kapan kejadian pada setiap foto itu. aku menemukan screenshoot dari percakapan kita selama ini. saat membacanya lagi dengan serius, tak kuasa aku terhenyak.
aku mendapati diriku yang begitu tegas, tak selemah hari ini. aku yang mendapati diriku yang mampu menahan rindu, tak seperti hari ini. serta mendapatimu yang hangat setiap harinya. mendapatimu yang penuh kejutan setiap harinya.
aku
tak bisa
sepenuhnya
menyalahkanmu.
waktu memang mampu merubah segalanya dengan sempurna. termasuk merubahku menjadi lemah, perindu dan tak kuasa menahan rasa khawatir. perasaan aneh yang hanya kali ini ku temukan terjadi pada diriku. aku hanya mampu melihat dan menyaksikan kau bermetamorfosa menjadi sosok yang berbeda.
kadang ketika kita menghabiskan hidup kita untuk mencintai seseorang, kita akan mampu melihat perubahannya, meski mereka sendiri tak menyadarinya. dan, itu memang terjadi. aku mampu melihat beda yang diceritakan banyak orang itu. aku bahkan merasakan setiap detik itu berbeda. walau aku tak pernah memintamu untuk paham, setidaknya ada satu hari kau luangkan waktumu untuk bercermin mengenai hubungan yang tengah kau jalani. apakah ini sesuai atau masih berkelok. atau mungkin kau bisa seperti aku yang mengingat masa remaja nan mellow dengan isi flashdisk kita barangkali.
tapi, untuk apa kita saling mengingatkan lagi?
seharusnya kita sudah mampu menyadarinya masing-masing. untuk apa kita mencoba saling melengkapi, jika diri kita sendiri belum merasa lengkap.
seharusnya kita sudah mampu menyadarinya masing-masing. untuk apa kita mencoba saling melengkapi, jika diri kita sendiri belum merasa lengkap.
ada sebuah kutipan film yang ku tonton katanya "melengkapi diri sendiri itu tugas masing-masing, bukan orang lain. menjalin suatu hubungan itu butuh dua orang yang kuat. dan menjadi kuat, itu adalah tanggung jawab masing-masing."
kini, kudapati diriku lemah.
jadi, apa yang harus ku lakukan lagi untuk bisa kuat?
ku rasa aku tak bisa lagi seperti sebelumnya.
karena rasa yang ada pada hatiku kini meluap entah selebar apa.
pada-
mu.
with love, itijonas
Komentar