Aku ingin mengajakmu mengelilingi dunia di dalam kepalaku. Agar kau tahu, segala rasa yang bercampur dalam hidupku begitu rumit. Setiap kali aku menjelaskan, kau sulit mengerti. aku pun sulit memberitahumu. Aku ingin mengajakmu menelusuri labirin hatiku yang penuh duri. Tapi, hati-hati terluka aku tidak bisa menyelamatkanmu. Setiap hari aku selalu berdarah, mengering lalu berdarah lagi. Apa kau siap?
Menjalani kehidupan yang sulit sepertinya tidak cocok untukmu. Namun, bagiku menjadi sulit adalah biasa yang ingin aku hilangkan. ingin rasanya, bercanda dan tertawa tanpa ada beban di kepala. Rasanya, ingin sekali mengelilingi kota dengan riang tanpa harus menangis. Ingin berhenti merasakan pahitnya kopi dan menikmati coklat dingin di tepi pantai bersamamu. Ingin sekali bernyanyi bersamamu dan menuliskan asmara kita dalam narasi. Semua adalah mimpi yang inginku wujudkan denganmu. Sekali lagi tapi, aku sulit mengajakmu untuk mengerti karena kau tak benar-benar ingin mencoba menyelam bersamaku.
Semua cinta dan kasih sayang yang kau berikan semata-mata seperti password untuk kita dapat berbicara membahas basi-basi yang sebenarnya ingin sekali ku hargai dengan baik. lagi-lagi aku tetap tidak bisa menerima segala basi yang kita bayangkan. Semua percakapan seolah memenuhi perasaanku dan menjadikannya sesak, percakapan dan hubungan ini seperti menarikku semakin terbiasa dengan kesepian. Padahal, sejak awal aku memilihmu adalah karena membutuhkan bantuan. Bantuan untuk menarikku dari candu sepi yang semakin membunuhku. Rasanya sulit sekali membuatmu memahami dan aku lelah berusaha.
Semua kegilaan ini berbentur di kepalaku. Sehingga, namamu, wajahmu, kisahmu memudar dan perihnya hati semakin menjadi-jadi. Aku enggan katakan lagi apa yang ku inginkan selain menyendiri. Aku enggan lagi melihat kebelakang, karena setiap malam aku selalu kehilangan diriku sendiri dan aku selalu sulit bernafas. Aku enggan mengajakmu lagi untuk menjalani hari denganku.
Dari awal sebenarnya kau sudah tau, bahwa aku adalah berita buruk untukmu. Dan akan selalu menjadi berita burukmu.
Dari awal sebenarnya kau tak harus paksakan menyelamati jiwa-jiwa kosong ini, karena aku akan sulit melihatnya bahkan dengan hatipun akan memakan waktu yang begitu lama. Hati ini, perasaan ini, terlalu tajam untuk kau masuki lebih dalam.
with love,
itijonas
Komentar