Langsung ke konten utama

Semua itu, pilihan kita mengatakannya atau tidak

Rasanya ketika kita mampu mengungkapkan isi hati kepada orang yang memberi debar akan sangat menyenangkan. perihal diterima atau tidak adalah urusan perasaan masing-masing. kita harus terima segala konsekuensi, yang terpenting adalah mengatakannya. tapi, seberapa banyak dari manusia yang memberanikan diri untuk mengatakannya dengan lantang tanpa berfikir matang? kebanyakan kita mundur karena belum sempat mengenal pribadi orang lebih dalam, dan terlalu cepat mengambil kesimpulan untuk pulang.

Tapi bagiku, setiap kejadian yang terjadi tidak akan terulang lagi. kita tidak akan bisa mengembalikan waktu atau mengembalikan kesempatan. aku pernah memutuskan untuk berdiam diri, menunggu orang itu datang. namun, bertahun-tahun sudah ku tunggu, ia tak kunjung datang juga. hingga pada akhirnya, dia menemukan tempat baru, hati baru dan menggantikan kenangan yang sudah ku bangun dalam kepalanya. aku tergantikan begitu saja, tanpa sempat mengatakan apa yang ingin ku katakan. aku melewatkan satu kesempatan dan aku kehilangan dia selamanya tanpa pernah mengatakan bahwa aku mencintainya.

Pada awalnya, aku merasa bahwa berdiam dengan semua debar itu akan baik-baik saja. waktu akan menghapus semua jejak kenangan yang kita bangun dalam ingatan seseorang. tapi, bagaimana jika waktu tak cukup cepat membantu mu melupakan semua itu? yang ada hanya sesal karena menjadi pribadi pengecut. pengecut karena takut hatimu tak di sambut dengan baik. pengecut karena takut kau tidak lebih baik dari orang yang sedang mengejarnya juga. jadi, semuanya kupu-kupu dalam dadamu, kau larutkan begitu saja dan mengalihkan diri dari kenyataan. 

Untuk beberapa orang, melarikan diri diam-diam adalah pilihan terbaik, dan beberapa orang tak ingin ambil pusing. tapi bagiku, aku tak pernah tau isi hati seseorang jika aku tak mencoba mengatakan semua padanya. meski, acap kali aku dikatakan terlalu berlebihan, tak apa. semua orang punya opininya masing-masing untuk menenangkan pikiran. ya, aku dengan cara mengatakan semuanya dan mengetahui jawaban itu dari orang yang bersangkutan.

katakanlah walaupun itu akan membuat hatimu patah.

katakanlah walaupun itu akan merusak rasa percaya dirimu.

setidaknya, kau gagal karena telah berusaha. bukan gagal karena tak melakukan apa-apa.

 

 

 

with love, itijonas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...