sudah saatnya bangkit dan berhenti sebentar. perjalanan yang masih panjang membuat tubuh lelah. aku harus berhenti, mengistirahatkan diri dari keributan, memberi jeda pada setiap ucapan. beranjak dewasa ternyata melelahkan. isi kepala seakan tumpah akan kekhawatiran masa depan, dada penuh sesak karena konflik silih berganti menghantam pertahanan diri yang sebenarnya sudah tak sanggup lagi. wajah memang belum mengerut, tapi jiwa seseorang siapa yang tau apakah masih hidup atau sudah mulai layu pelan-pelan. deru motor sepanjang jalan memekakkan telinga, aku bersembunyi di balik kelam yang ku semat sedikit cahaya agar tak sepi. tapi, ya sepi juga.
aku terus berjalan menyusuri waktu, mencari diriku yang hilang ditelan waktu. aku berlari kesana-kemari memastikan bahwa harapan akan selalu muncul di saat-saat terburuk. ku cari celah untuk menjadi lebih kuat. kata mereka aku tak pernah gentar, kata mereka aku kuat. begitukah? tapi mengapa, rapuh selalu jadi alat yang merusak diriku. rasanya, patah dimana-mana. ku lihat kanan kiri, begitu sulit mencari telinga yang dapat mendengar dengan baik. aku tak percayakan diriku dibawa kabur oleh senyum banyak orang.
saat itu sampai saat ini, waktu terberat masih ku jalani sendiri. aku belum berani berbagi, karena tidak semua sanggup mendampingi.
with love, itijonas
Komentar