sudut memoriku mulai menutup pelan semua harapan yang pernah ku gantungkan untukmu. jika berbalik ke hari-hari yang lalu, aku tak pernah bisa membayangkan akan mengalaminya sekali lagi. melarikan diri selalu menjadi jalan yang tepat namun tak pernah bisa memuaskanku. aku melukai banyak hati dalam proses melupakanmu. aku meninggalkan mereka di tengah jalan hanya karena mereka tak cukup buatku merasa tenang. suara mereka ribut membicarakan semua ketidakbisaanku bahkan semua yang bisa ku lakukan dalam beberapa hal. mereka bukan tempat yang tepat untuk melihat sisi terbaikku, karena hampir semua dari mereka menilai aku yang saat ini hanya dari balik ponsel itu. aku tak bisa lihat semua kebaikan mereka karena kau sudah tanamkan perih dalam setiap hembusan nafasku. sekencang-kencangnya aku berlari, sebegitu banyak bekas luka yang kau tinggalkan, kau takkan pernah merasakan betapa sulitnya mengapung disaat kau tak mampu berenang. aku begitu tenggelam ke dasar, hingga lupa bagaimana rasanya saling berbagi. aku tak pernah bisa melihat cahaya dari manapun, dari siapapun.
mereka yang baru datang dalam kehidupanku, berniat untuk melukaiku atau tidak, aku tak pernah merasa begitu mempermasalahkannya. orang-orang datang memang untuk pergi, tapi kau berbeda. seolah aku ingin katakan, kau tak boleh kemana-mana. namun, aku menyadari bersamamu lebih lama lagi akan menyebabkan cedera yang semakin parah. kau hangat hanya saat kau memerlukanku. kau ada ketika aku mulai menutup pintu. kau tak memberiku ruang untuk merasa baik-baik saja, kau membuat aku menderita pada setiap aku mulai berdiri tegak. kau memang perusak suana, tapi aku masih inginkan kau di sini. sekali lagi.
aku menghabiskan waktu bermain-main dengan hati orang lain. ku kira, melakukan hal yang kau lakukan akan jauh membuatku merasa lebih lega, namun yang ku dapat hanya hampa. hingga saat ini, aku menutup semua pintu akses menuju hidupku untuk mereka. untuk sementara, satu-satunya jalan hanya ku berikan untukmu. tapi kau harus ingat, ini tidak berlaku selamanya.
with love, itijonas
Komentar