"aku mengenalmu dengan tidak sengaja. aku tak pernah membayangkan semua ini berubah menjadi cinta."
basket.
itulah yang mempertemukan kita. awalnya aku tak
pernah memikirkan sesuatu sejauh ini. mulanya aku hanya iseng menyebut-nyebut
nama mu dalam pertandingan itu. aku tak berfikiran jauh. mungkin saat itu sebut
saja aku adalah seorang penggemarmu.
hingga malamnya aku teringat dirimu. tiba-tiba
dalam keheningan malam terpecah oleh sebuah pesan singkat dari seorang temanku
yang mengatakan bahwa ia telah menemukan akunmu dari salah satu jejaring
sosial. tanpa pikir panjang aku pun langsung mengajukan permintaan pertemanan
padamu dan betapa aneh yang kurasa ketika kau menerima permintaan pertemanan itu oh pangeran.
tak pernah kuduga semua ini akan berlanjut. aku
merasakan perasaan ku mulai tumbuh entah bagaimana ia bisa masuk kedalam pintu
hatiku yang sempat ku tutup rapat. kau pangeran, mendapatkan celah itu dan kau buka
dengan hangatnya senyum sapa mu. ini sungguh membuat ku sedikit berlebihan tapi
itulah cinta yang selalu datang dengan kelebihannya.
kita saling bertukar pengalaman masing-masing.
bertukar cerita setiap harinya. memberikan kesejukan pada setiap ucapan yang kau lontarkan. semakin lama semakin kau buat ku tergila-gila. kau ucapkan
padaku satu kata yang mampu memuat ku terbang hingga langit ke tujuh yaitu
"sayang" aku pun seketika meleleh dengan semua kata-kata serta
perlakuan mu yang sempat memanjakan ku itu. tapi ada satu hal yang mengganjal dalam batinku. kenapa kau masih saja menyebut mantanmu dalam setiap keadaan kita? tidakkah kau baca betapa perihnya hatiku ketika kau menyebutkan namanya? atau mungkin kau tak merasakan apa-apa kepadaku? apakah ini semua palsu? mungkinkah aku hanya pelarianmu semata?
dan dalam beberapa waktu kau katakan padaku bahwa kau telah kembali kedalam pelukan gadis itu. yang kini kau jadikan permaisurimu. jadi bagaimana dengan aku? bagaimana dengan hubungan kita? haruskah sampai disini, setelah kau rebut hatiku dan kau tinggalkan begitu saja? tidakkah kau berfikir aku ini seorang perempuan yang tak mungkin terus mengejarmu hingga kau tetap berada di sisiku. aku terlalu jauh darimu. haruskah ribuan kilometer itu aku tempuh hanya untuk mengejar dan meminta kepastian hubungan kita?
lalu apa gunanya kata sayang yang selama ini kau ucapakan padaku jika akhirnya ini sangat menyiksa batinku, mengahcurkan tawaku, merusak pola makanku, dan kau hanya diam dalam keadaan ini seolah aku baik-baik saja? menurutmu apakah itu mungkin?
dalam heningnya malam aku menjeritkan semuanya dengan tangis, dan hanya dengan sebuah tangis yang menjadi senjata ampuh bagiku untuk menutupi perasaan sakit yang telah kau buat pangeran. hatiku bagai menghantam sebuah tembok yang begitu keras hingga hati ini telah hancur berkeping-keping. tapi hingga kini kau selalu datang dalam setiap mimpiku. disana kau selalu menjadi pangeran termanis yang selalu menjadikanku permaisuri dalam hatimu tapi ketika aku membuka mata semuanya begitu berbeda, sirna dalam seketika. aku bukanlah permaisuri itu tapi aku hanya seorang gadis biasa yang hanya bisa menanti kepastian dari pangeran yang entah sampai kapan akan melabuhkan cintanya pada gadis seperti ku dan tak terasa aku mulai terbiasa bermain dalam rasa sakit yang kau berikan pangeran dan jika ini takdir, seperti ini kah sakitnya? bukankah takdir itu selalu menghasilkan drama yang indah? akankah aku akan merasakan kenyataannya? akan kah takdir itu menuliskan aku harus bertemu dan mencintaimu saja? atau bahkan lebih dari itu? kenyataannya kini takdir yang sedang ku jalani begitu sakit. hingga aku mulai lelah dengan sebuah penantian, mulai jengah dengan keadaan dan mulai mencoba untuk menghindari semua takdir ini.
hanya satu pertanyaan untukmu pangeran,
akankah kau mengizinkan ku menjadi permaisuri mu itu?
untukmu pangeran yang selalu membuat gundah hatiku
untukmu pangeran yang selalu menjatuhkan air mataku
dan untukmu pangeran yang selalu membuat ku menunggu kepastian
recommendation by friend RSU
write by @istiqasuwondo
Komentar