"meskipun ada yang lain yang membuatku jatuh cinta, tapi hatiku pada akhirnya selalu kembali padanya. selalu seperti itu. - AIS"
tertulis untuk kau yang selalu ada di hatiku,
aku melihatmu, aku memperhatikanmu. dari sini, di titik ini. titik yang tak pernah berubah, dimana semuanya jelas hanya ada satu orang yang ada mengisi labirin-labirin dalam hatiku. setiap kali tatapan yang tertuju, selalu mengarah padamu, aku begitu merindukanmu. memperhatikanmu dari kejauhan, tertawa bodoh melihat gerak-gerikmu. aku begitu merindukanmu. dan tak ada alasan mengapa, sudah pasti rinduku belum bisa berbalas jelas dihadapmu. apakah kau tak melihatku? apakah kau tak mendengar perasaanku? perasaan yang menahun ku pendam. aku disini, aku akan menunggumu hingga kau bisa membaca kembali setiap nafasku yang selalu menyebutmu, namamu dalam setiap doa. dan hingga kini pun yang ku inginkan hanya kamu, dirimu seutuhnya. dan meskipun semua ini terasa begitu menyakitkan, lihatlah aku masih bisa tersenyum, di depan mereka, bahkan di depanmu seolah tak pernah ada luka rindu yang mengais-ngais di hatiku. dan meskipun aku tersenyum, sejujurnya aku menangis. aku hanya berdiri di tempat dimana kenangan tentangmu masih terus saja hidup.
berapa lama lagikah aku harus menunggu mu? akankah kau memandangku kembali? rasa seperti apa yang tertanam mati disini adalah rasa cinta yang tak pernah dan sama sekali belum menghilang. menahun menepiskannya, apakah kau tak tahu kesungguhan perasaanku? apa kau tak pernah bisa membaca setiap gerakanku? tidakkah kau peduli untuk sedikit melihat kesakitanku, melihatmu tertawa bersama yang lain, bergantian mengisi dan mengganti posisiku yang sejak lama telah berlalu? bahkan terlalu lama? tidakkah kau berinisiatif untuk mengintip sejenak luka yang pernah kau goreskan di hati ku? kau tau bukan, bagaimana sulitnya aku bisa mencintai, memerlukan banyak filosofi bahkan pemikiran-pemikiran rumit yang berlalu-lalang untuk mencintai. kau sudah merenggut tempat "cinta pertama" itu dari hidupku. bagaimana aku bisa melupakannya? walaupun menurut pendapat-pendapat orang, itu mudah jika kau memiliki niat. tapi, berniat pun aku, tetap saja sulit bagiku untuk memudarkannya. rasa yang masih sama, sama sekali tak hilang. ia hanya bersembunyi dalam naungan yang bernama kenangan. terkunci rapat dalam palung hati yang terdalam.
bahkan dalam mimpi kulihat sosokmu diam-diam mengulurkan kedua tangan, menggenggam ku erat, memberi senyuman hangat ketika melihatku, menyorotkan tanda cinta dari balik binaran mata sipitmu, menyentuh pipiku dan berbisik "dimasa depan kau akan kembali" . cinta yang begitu indah meskipun selalu menuai luka yang kerap kali membuatku menangis. walaupun begitu percayalah, hatiku masih seperti itu. lagi-lagi ku katakan padamu yang ku inginkan hanya dirimu. melengkapi setengah hidupku yang entah kemana kau bawa, mewarnai kembali dunia ku yang sejenak meng-abu karena mu. aku akan tetap berdiri disini, memperhatikanmu, melirik tawamu, menyanggah setiap kalimat yang ingin kau katakan. berpura layaknya tak ada cinta di depanmu mungkin hal yang begitu sulit, bertahun-tahun aku belajar menetralisasikannya, memberi sugesti bahwa "cinta tak selalu harus terbaca oleh mata" dan meskipun waktu terus berlalu, meskipun air mataku mengalir setiap harinya, meskipun luka rindu ku semakin merajalela aku takkan ingin memberatkan kehidupanmu dengan mengontrolnya di hadapmu ataupun mereka, aku takkan menunjukkan seberapa besar aku menyimpan rasa dan harap ini setiap detiknya.
jika ada waktunya, kau yang akan mengetahui dengan hatimu bahwa dari sejak pertama aku mengenalmu, berbincang-bincang denganmu, menjalin kasih singkat bersamamu, atau bahkan ketika kau memutuskan untuk pergi dariku, menghilang dari pandanganku, membungkamkan setiap frasa padaku, membenciku, menjauhiku ataupun banyak hal-hal yang sempat kau lakukan. yang perlu kau ketahui detik ini, dan nanti atau seterusnya detak jantungku, denyut nadiku, hembusan nafasku akan selalu menjadi milikmu, selamanya. tak perlu kau membalasnya hari ini ataupun besok dan besoknya lagi, aku akan bersabar menghabiskan duka cinta ini, tak usah kau fikirkan seberapa dalam rasa ini terukir untukmu, yang jelas aku akan menunggumu, menunggu kau mengetahui bahwa aku masih mencintaimu :')
'hatiku sudah memilihnya. walaupun aku sering kali menangisinya, tapi dia tetap menjadi alasanku untuk tersenyum kembali. -AIS'
'20120124'
dituliskan setahun lalu, untukmu
write by @istiqasuwondo
Komentar