abadi? aku tak ingin mendengarnya
kematian? aku tak berniat mengingatnya
alurku terlalu cepat berlalu
nafasku tersendat dibelakang
tertinggal bersama bayangmu yang telah lama menghitam
keabadian? aku benci itu
di saat tawa memecah hari-hari ku
dengan tak berperasaan dia merebutmu
memvoniskan aku kedalam duka yang teramat gila
fungsi otak yang melumpuh
tatapan yang nanar tanpa bayangan
kebutaan sejenak menguasai
aku sekarat!
senja seperti apa yang indah?
kalau mataharinya sudah menghilang
pelangi mana yang menawan?
jika warnanya telah pudar
langit seperti apa yang terang?
bahkan bulan dan bintang telah meremangkan sinarnya
rindu yang bagaimana ini?
di setiap detaknya tak terbalaskan waktu
angin malam yang silih berganti pun tak dapat menyampaikan seluruh debaran
bahagia seperti apa ini?
jika sang pemilik senyum telah di renggut keabadian?
tak menitipkan sisa, tak bercelah
melebarkan luka yang menganga
begitulah keabadian merenggut setengah raga ku bersamamu
kau katakan bangkit?
keabadian saja tidak permisi untuk mengambilmu
keabadian layaknya sang raja yang sesukanya membuat onar kebahagiaan kita
murka seperti apa yang belum pernah dia lihat?
aku membencinya! keabadian yang sombong!!
Tuhan, kehilangan seperti inikah yang terbaik?
bagaimana aku bisa mengikhlaskannya?
selama ini malaikat berwujud manusia yang telah kau berikan padaku itu,
mengapa hanya sesaat aku dapat menggenggamnya?
aku bahkan belum sempat menghapus air matanya
aku sama sekali belum membalas setiap detik kebahagiaan yang ia ukir di hidupku
harus seberapa banyak lagi air mata yang harus aku persembahkan?
duka ku mendalam, luka ku terdalam!
seperti keabadian telah merenggut mu dari sisiku!!
In Memoriam Rest In Peace
My beloved best friend S.A
write by @istiqasuwondo
Komentar