"25 Februari 2012..."
sebutkan lagi akhir Februari kelabu
meminta sambutan sekali lagi dengan padu
layak mega menghantam ribuan memori lucu
ketika kau bergeming, menumpahkan emosi rindu
berkecamuk jadi satu
warna apalagi yang kau perlu?
aku tak tahu duka apa yang menyelimuti relung jiwamu
kosong? atau bahkan sedang mengais pilu?
perlukah aku mengarah lagi untuk melihat rongsokan cerita semu?
bak lelucon tak terjamu
kali ini sudah tiba saatnya waktu untuk daku
mengucap selamat pada hari di tahun lalu
terkisahkan kau dan aku menjadi padu
bercerita mengenai bahagia luka tempo dulu
harmoni tak sejalan tanpa perlu usikan palsu
mengejar kata rindu yang menggebu kelu
menarik bait dalam irama semu tak menentu
sudah jelas kau dan aku hanya klasik layu
malu menyerbu menuang ragu
kau dan aku tau semua kini rancu
tak ada kini namun lalu
berakhir bersama tawa yang kian membisu
relung tak bernyawa lalu tersapu
meratap tak guna, pilu terus menyeru
terakhir larik padamu Februari ungu
mengapa berfikir ragu, jelas sudah masa depanmu
tanpa aku si penghasil sendu
bahagia menjulang tak menentu
gapai salah satu, aku menunggu masa itu
bagi rindu yang jua tertutup malu
biarkan ia terus melaju
seperti merindu layu yang terus mengganggu
seperti merindu layu di Februari ungu
25 Februari 2013
write by @istiqasuwondo
Komentar