Langsung ke konten utama

namanya CASINO

CASINO = CLASS SOCIAL NUMBER TWO

ini kelas saya, casino alias XII IPS 2 Smantri Padang. kelas yang isinya cuma 24 orang yang 11 orang adalah wanita-wanita cantik serta 13 orang lagi adalah pria-pria ganteng *sebenernya males bilang ganteng*. kelas yang banyak mengukir prestasi di bidang non-akademik. apalagi untuk para lelaki yang sering kali membawa juara kelas ini dalam permainan futsalnya atau bahkan sepak bola. *colek para lelaki*
kami para wanita hanya bisa bersorak-sorak ria. lanjut kelas ini di andil oleh seorang walikelas ganteng yaitu Papi Zainal A. Rasti yang kerjaannya ga tau deh apa. kalau di bilang perhatian nggak juga tapi di bilang nggak perhatian ya gak juga. apalagi pas ujian ga perlu syarat apa-apa tinggal tanda tangan langsung dapet haha. thankyou papi {}

berikut anggota yang di ketuai oleh orang yang paling gelap yang kalo jalan pantatnya tinggal di belakang  dan kalau malam pasti nggak nampak Rizki Pratama Putra. makasih ya udah jadi ketua kelas yang baik boleng ;) walaupun kurang disiplin tapi tanggung jawabnya boleh juga. lanjut ke wakil yang biasa di sebut temok sama orang-orang Ryan yang cuma punya nama itu doang nggak pake apa-apa, yang pinter grafiti  tapi kadang kurang tegas sih kalau bisa di bilang, tapi yang jelas terimakasih ya wakil yang udah nemenin ketua kita yang gelap itu. kalian teman sebangku yang cocok bro wkwk.
lanjut ke ibuk sekretaris berkacamata yang gila sama Jepang, yang tiap hari lagu yang di puternya lagu hardcore yang dia bilang manjur ngilangin galau, namanya Nurul Annisac yang paling gak suka di panggil annisac sama guru-guru terutama pak Aidil -,-" sekretaris kece yang sebangku sama saya ini yang paling pinter ngedesign kelas dan ngebuat tulisan-tulisan dari origami atau kain flanel. makasih ya ibuk sekre udah terus-terusan dateng pagi, buka pintu, ngisi buku batas ya walau kurang disiplin juga wkwk teteplah good job :)
dan ini ada 2 bendahara yang kontras banget yang satu namanya Rizka Merdifa yang paling kecil *badannya maksudnya* yang kerjaannya kadang marah-marah terus minta-minta duit kas -.-" jadi ngeri kalo dianya marah suka ngambekan sih haha tapi yang jelas makasih ya bendahara minimalis lengkap dengan paket maksimalisnya :D makasih ya udah ngerjain tugas dengan baik, penyimpan duit yang bagus ;;) lanjut ke bendahara kedua yang biasa di panggil anak babe yang kalo belajar matematika pasti pake kacamata haha namanya Chyntia Deli, yang udah mau bolak-balik ketukang fotocopy, bagi-bagiin kisi-kisi makasih ya bukben :p besok-besok jangan suka ngambekan lagi ya!!
dan di kelas ini juga ada 2 lelaki cantik yang suka mangkal tiap malam di taman melati *ups colek Dean Adam Irzal dan Yhozi Hawari Armen haha duel lagi dong sexy dance bisa request nggak ncong?? hahaa maaf ya, tapi makasih sudah meramaikan kelas dengan kebencongan itu ;) kapan lagi jumpa sama makhluk seperti kalian berdua. kalian berdua emang the best partner deh wkwk
ada juga ini wanita yang selalu bilang dia cantik sejagat raya yang ngakunya pacarnya ALGHAZALI -,- yang nggak bisa lepas dari yang namanya kaca!! Intan Rahma Putri. ini juga ada Rafin Chaniago, Pradhana Putra Sutopo, Zulfanrizal Salim yang kalau boleh saya sebutkan sebagai The Three Idiot yang punya keidiotan yang berbeda-beda. tapi it's okay guys, suasana makin rame kok. ada lagi ini Nurul Maryati Fitri yang biasa saya panggil abang cantik ;) yang pengen banget jadi guru sd semoga lulus ya bang! lanjut ke Cetya Prima Nasrul, Suci Pebdina Rahmadani duo sejoli yang tidak bisa di pisahkan, suci yang punya suara melengking yang sering bikin pusing dan si icet yang begitu mencintai mickey mouse dengan suara cempreng selalu berteriak 'miciiiii' hahah lanjut sama Maulidya Wulandari yang kalau dilihat dari akte adalah murid paling kecil di kelas tapi di kelas yang paling bongsor, yang suaranya paling ngebass bikin kelas kosong jadi punya suara yang ngalahin kelas sebelaah. dewasa lagi ya dek ;) , dan ada juga calon psikolog nih namanya Elina yang kalau curhat sama ini orang bikin lega, sarannya top cer bro haha yang paling suka di ketawain sama Boy Efendi yang outlook pendiem tapi aslinya cuma para lelaki yang mengetahuinya. tapi kalau bisa habis UN langsung ya boyina :D 
ada juga kategori pendiem namanya Habibullah yang dari kelas dua bisa di hitung jari deh saya berbicara sama dia. tapi gambarnya bagus, diem-diem gini ternyata bakat gambar. lanjutkan bib, semoga di masa depan kita semua bisa berbagi cerita, lanjut ke Harimas Putra Ramusli yang jadi atlet voli Sumbar, kadang enak diajak lucu-lucuan tapi kadang nggak tau ilangnya kemana. that's all jangan lupa sama saya wkwk lanjut ini ada anak kecil yang namanya Genta Merliantino Kardes yang paling usil kali ya, yang suka banget ngetawain orang-orang termasuk saya -,-" besok-besok jangan panggil batak lagi gen gak enak dengernya -,-" lanjut ke Tia Sumardi yang duduknya sama Fadel Ferza Pratama, besok-besok jangan bolos-bolos lagi tia! udah mau ujian lo, kalau ada yang mau di bilang yok kita bicara, jangan diem gitu lagi. buat fadel, masuk kelas dong -,-" jangan cabut melulu tapi katanya mau sukses, jangan belajar di perpustakaan terus, dikelas juga dong del, percuma buku setumpuk tapi belajarnya sendiri haha yang penting sukses ya. lanjut sama cowok yang biasa di bilang toke pulsa Noval Aprigo, sukses opal! gak bisa dideskripsikan nih -,-" dan yang terakhir saya Annisa Istiqa Suwondo yang punya absen di urutan pertama yang sering sekali dikatakan 'anak-anak' yang sebenarnya saya tidak tahu -,-"

teman-teman semua, terimakasih atas kebersamaan mulai dari awal sampai penghujung kini. mulai dari hal kecil sampai hal yang besar. terimakasih buat kenangannya, yang memang demi apapun tidak bisa saya rincinkan satu per satu. keakraban, kesalahan, kebersamaan,dan kebahagiaan mungkin, sebentar lagi akan pergi. yang biasanya kita setiap pagi bertemu, belajar dengan cara masing-masing, saya yakin, tidak akan bisa mengulangnya, hari kemarin adalah hari kemarin, tapi kenangan tetaplah menjadi sebuah kenangan yang akan terus menempel. 
teman-teman semua, terimakasih untuk dua tahun yang indah. walaupun ada beberapa yang setahun, yang jelas saya bahagia menjadi bagian dari kalian. tidak ada yang bisa saya sampaikan melainkan ucapan terima kasih yang begitu besar, yang membuat saya bisa belajar menilai dan tumbuh dewasa. satu kalimat untuk kalian dari hati yang terdalam 'saya akan merindukan kalian dan semua kebersamaan ini' semoga semua apa yang kita impi-impikan hari ini akan terwujud di masa depan, dan ketika tangan tuhan memperbolehkan kita berkumpul kembali, semoga cerita-cerita yang pernah kita lewati di masa ini akan kita bahas dengan penuh gelak tawa dan penuh kerinduan. semoga di masa yang akan datang kita semua bisa menjadi pribadi dewasa yang sampai hari ini masih kita cari. rock the world guys!!!



*NB
nanti kalau bulan juli iti pergi, dateng ke bandara ya. anterin iti. i'll miss you guys!!


with love, 
Annisa Istiqa Suwondo/@istiqasuwondo

Komentar

Anonim mengatakan…
(y)

Postingan populer dari blog ini

Buramnya Cermin Diri

Lebih dari sepuluh tahun lalu, aku menulis sebuah catatan yang lahir dari amarah remaja. Tulisan itu kuberi judul tak resmi, “Butuh Cermin? ini ambil!” . Ia muncul dari kegelisahan terhadap manusia-manusia yang mudah menghakimi tanpa mengenal. Sebuah renungan—atau mungkin, teriakan batin—yang menggambarkan bagaimana remaja memandang dunia yang terasa tak adil. “Terlalu sibuk memberi cermin kepada orang lain sampai-sampai lupa melirik cermin sendiri. Cenderung melihat sisi buruk orang lain tanpa mengerti pribadi masing-masing. Terlalu banyak mengeluarkan frasa-frasa yang hanya mengandung kontra. Apa itu baik?” Begitu aku menulisnya dulu. Pola pikir seperti itu, kataku, muncul dari manusia yang belum selesai dengan dirinya. Manusia yang terlalu cepat menilai, dan belum cukup jujur untuk melihat ke dalam dirinya sendiri. Aku menuliskan bahwa semua manusia punya celah, dan tidak ada satu pun yang berhak merasa paling benar. Aku juga berkata bahwa mengkritik orang lain tanpa refleksi diri ...

butuh cermin? ini ambil!!

Sering kali, kita terlalu sibuk memberi cermin kepada orang lain—menunjukkan kekeliruan, mengkritik, bahkan mencemooh—hingga lupa melirik cermin kita sendiri. Kita terbiasa melihat sisi buruk orang lain tanpa benar-benar memahami siapa mereka. Terlalu cepat menyimpulkan, terlalu ringan mengeluarkan frasa-frasa penuh kontra. Tapi, apakah itu bijak? Manusia memang tidak sempurna. Semua orang tahu itu—termasuk saya. Tidak ada seorang pun yang bebas dari kesalahan, dan saya pun termasuk di dalamnya. Lalu, apa yang sebenarnya layak diagungkan? Tak ada. Mengangkat-angkat kesalahan orang lain, membicarakannya seolah-olah kita lebih tahu, lebih benar, hanya menunjukkan bahwa kita belum selesai dengan diri sendiri. Jika kisah manusia lain seharusnya menjadi pelajaran atau ruang pemahaman, mengapa malah jadi bahan gunjingan? Memberikan cermin kepada orang yang melakukan kesalahan bisa jadi tindakan mulia, jika niatnya murni untuk membantu. Namun, jika terlalu asyik menyoroti orang lain tanpa s...

Permohonan untuk tidak datang kembali

teruslah berfikir akulah penyebab semua luka itu, agar hatimu kokoh untuk tidak lagi pulang ke sini.   Sebuah lembaran surat ini akan ku rangkai pelan-pelan berdasarkan perasaanku yang kian lama rusak. Aku berfikir, semua akan pulih jika kenangan itu dikubur dalam-dalam. Ku fikir meninggalkanmu adalah rencana paling baik untuk membuatmu kembali mencintaiku. Karena, kehilanganku adalah bentuk rasa rindu yang selalu berkecamuk dalam hatimu. Ku kira, kalimat itu akan berlaku lagi. Namun aku salah kaprah. Tak ada lagi sorot cinta itu walau hanya setitik. Tak ada lagi cinta yang ku banggakan hadir. Aku mengira ini akan sementara. Kita akan sementara berjarak dan merenung. Ternyata kita kebablasan begitu lama. Kau menghadiahiku dengan sebuah kejutan besar, yaitu benar-benar pergi dan menghilang pula. Saat itu hatiku kacau lagi. Kenapa aku menjilat ludahku sendiri. Kenapa strategi ini tak lagi berhasil. Ya, benar. Perasaan itu ternyata sudah kadaluarsa. Segitu hebatnya kata cinta yang...