"aku tidak akan meletakkan hatiku sembarangan, tenang saja." ku sebut kalimat penyemangat itu setiap sebelum memulai hari. butuh waktu yang begitu lama untuk memulihkan diri dari patah-patah yang merusak hati. aku selalu berjanji untuk rehat sejenak, dari rasa membutuhkan orang lain. tapi tidak setelah aku bertemu dengannya. benar kata pepatah, kita tidak bisa memilih kemana hati kita akan berlabuh. tidak pernah tau kapan dan dengan siapa akan ditaruh. walaupun baju perang yang ku pasang sudah begitu kuat, jika pada saatnya harus dilepas, ia akan dilepas juga.
jatuh cinta memang hal yang menyebalkan namun selalu dirindukan. aku mengerti betapa cemasnya jika harus berurusan dengan debar. aku akan lemah, aku akan mengalah, terlebih selalu mengutamakan kebahagiaannya. terdengar bodoh? ya, memang begitu kelemahan yang selalu terulang.
dia, dengan semua hangat yang menyelimuti relungku. suaranya, yang beberapa kali terekam dalam memoriku, guraunya yang kadang berlebihan menghimpit senduku, semua detil kecil tentangnya yang perlahan ku temukan rumusnya. dia berhasil mengemas aku dengan kata sifat; tergila-gila.
ku beri dia seluruh waktu, jadi dia tinggal memilih. ku beri dia tawa penuh, agar dia tak sungkan merusuh. ku beri dia ruang, agar dia dapat berekspresi dengan dirinya, aku beri dia diriku, agar dia selalu merasa dicintai. sampai pada, dia beri aku waktunya, aku tersenyum begitu lebar. lalu dia memilih diam, aku merenung dalam gundah. selang kemudian, merdu suaranya buat aku tenang. lagi-lagi memilih untuk dingin kembali, memberi gigil pada harapan. selalu berulang seperti bianglala, dengan kacamatanya, dia beradikara atas perasaanku, bermain-main dengan pilu yang ia ramu hanya untuk buatnya tak lagi redup.
tapi memang begitu, jika kau yang lebih dulu menaruh perasaan mu. tabiatnya, kau sengaja dibuat ragu, terbang, hanyut lalu meraung. pengecut memang terus begitu, memberi dimensi palsu agar kau dapat diikat dulu, kemudian menginggalkanmu ketika ada yang baru.
singkatnya, dia hanya butuh teman, bukan perasaan. tapi aku terus saja mencintainya tanpa beban.
with love, itijonas.
Komentar