kamu sudah membuatku mundur untuk mencari cinta yang lain. kamu membuat lemah semua detak jantungku. mencintaimu, sudah memiliki rasa sakit yang luar biasa. kau membuat aku tak berani menatap cinta yang indah lagi. aku mati rasa. hambar begitulah adanya.
mengingatmu, memecahkan pembuluh darahku. sesak yang kau ciptakan tak bisa lagi membuatku tertawa dengan kehadiran sosok lain. sulitku mengecap manisnya cinta, karena kau sudah merenggutnya sejak lama. kau egois! menikmatinya sendiri dan merusak lalu membuangnya begitu saja. luka yang kau torehkan, kau fikir aku sanggup menjalaninya sendiri? menatih aku untuk berdiri, luka ku cukup dalam bisa kau sebut sebagai luka abadi. tak hanya kau yang memilikinya, aku pun sama. aku takkan menyebut ulang bagaimana luka ini kau ciptakan, kau punya satu ruang untuk mengingat ini semua.
memaafkan? maaf aku bukan gadis berjiwa besar
mencintai? begitulah kebodohan selanjutnya
percaya? gelap, aku tidak melihat apa-apa tentang ini
bagaimana aku bisa menyebutkannya. kau seperti memberi garam pada semua luka ku. kau bukan seorang pria yang bisa memperbaiki sekeping hati yang sudah terluka ternyata, bahkan kau adalah seorang pria yang sangat bisa menebar luka. aku tidak ingin egois dalam mendeskripsikanmu. kau juga, dengan jujur ku katakan adalah satu-satunya pria yang memberi ku warna akan hidup. membuat ku merasakan jatuh dan bangun. membuat aku melambung setingggi-tingginya bahkan menghempaskan aku sekeji-kejinya. membuat aku mengerti bahagia dan rasa sakit. membuat aku percaya kekuatan sebuah genggaman tangan. aku tak ingin mendeskripsikan kebaikanmu terlalu banyak. hanya saja; -terima kasih sudah memberi ku kesempatan untuk merasakan 'jatuh cinta yang pertama kali'-
kembali ke topik awal. luka abadi yang kau semayamkan, kini benar-benar ada. hanya aku yang bisa merasakan bagaimana sakitnya goresan luka itu. bukan ingin berlebihan, kau benar ternyata 'kita harus merasakannya dahulu sebelum berbicara terlalu banyak' ternyata rasanya seperti ini; perih yang tak berkesudahan.
write by @istiqasuwondo
Komentar