kita sudah tak sejalan lagi. sudah lama sekali. pemikiran kita tak menyatu seperti dulu. aku lebih sering membantahmu dan kau pun begitu lebih sering melontarkan kalimat yang menyayat nadi ku. kita memang sudah lama tak saling mengerti. sejak bertambahnya usia, bersamaan dengan waktu kita tak lagi seperti dulu. kita tak lagi sehangat dulu. harmonisasi indah yang sempat kita tunjukkan pada dunia kini musnah. aku tak lagi berjalan di belakang mu. dan kau tak lagi menggenggam jemariku. aku sudah dewasa. semakin bertambah kedewasaan ku semakin aku terlarut dalam dunia ku, tak menghiraukan mu lagi. kau pun begitu terlalu tenggelam dalam lingkaran kesibukanmu yang membuat komunikasi kita musnah dan rusak. tak ada sinyal kehidupan di diri kita. jiwa kita sudah salah.
aku tak pernah ingin mencoba memahami situasi yang terjadi di antara kita. aku mengacuhkannya. layaknya itu hanya sementara. kau juga seperti itu, bahkan sama sekali tidak ingin tahu dengan kondisi yang membingungkan ini. kau dengan jalanmu, aku pun begitu. tak ada lagi, genggaman hangat memelukku. tak ada kecupan ketika malam mulai merajai. kita sudah terpisah. bumi telah meminta kita menjarak. kau tak mengenalku. aku pun tak mengenalmu. dan kita tak saling mengenal lagi. sepertinya masa kita sudah selesai. apakah itu benar? tak ada terbesit di jiwaku untuk memperbaiki ini. karena menurutku ini bukan aku yang memiliki skenarionya. apa yang harus kita lakukan? kita seperti sudah mati. tak mengerti dan selalu berapi. dan sampai kapan kita harus seperti ini? Tuhan belum menjawab. kita jalankan semuanya masing-masing. kau tak perlu tau apa yang aku lakukan, apa yang aku rasakan, dan apa yang telah terjadi menimpa hidupku. begitu pun dengan ku. tak lagi mau tau dengan bisnis mu atau hal yang menyangkut kesibukanmu. sepertinya waktu harus memisahkan kita. bukan harus, tapi sudah sejak lama. kita tak pernah sejalan lagi. tak pernah sependapat lagi. di benak kita masing-masing, kita tak akan pernah mengakui dan mencari tau alasan yang menyebabkan kita seperti ini!
jika memang harus seperti ini, lanjutkan sajakarakter kita memang sudah berbeda
di tulis untukmu, seseorang yang pernah ku anggap sebagai bagian hidupku
jika kau ingin pergi, pergilah bersama kenangan itu.
jika kau ingin memperbaikinya, mulai lah terlebih dahulu
aku tak meminta banyak hal, hanya saja bisa kita kembali seperti tahun 1995?
write by @istiqasuwondo
Komentar