sekarang semuanya tidak lagi bercerita tentang pertemuan
melainkan tentang perpisahan yang sudah di ambang pintu
tak ada lagi keseragaman putih abu-abu yang akan membaluti tubuh kita
kegiatan pagi hingga sore pun akan terasa jauh menjarak
kali ini, ucapan terima kasih sudah tertuang di benak masing-masing
bahkan kata maaf tak henti-hentinya keluar dari mulut pribadi
betapa tidak, seiring berputarnya bumi, waktu kita ternyata memiliki batas
sekali lagi kita berbicara bersama, kita terjebak kenangan!
ruangan kelas dengan ornamen sederhana, kita membuatnya seakan itu sebuah rumah
karpet berukuran sedang, takkan lagi ada yang mengisi ketika siang
kursi dan meja sudah ada yang akan menggantikan posisi kita
tak lama, sudah waktunya kita beranjak
seperti yang pernah kalian sebut 'saatnya baju di gantungkan'
ribuan memori, terukir satu per satu mengalir tiada henti
sesaat bergumam betapa cepat berlalunya sang waktu
keakraban dengan caranya mundur pelan-pelan
kebersamaan dengan aturannya meminta izin pulang sejenak
Dua puluh empat, kita manusia unik
Sosial dua, kita klasik
semegah apapun rembulan saat malam, takkan menghalau ku tuk mengingat kalian
secerca harapan terselip malu, menyibak nuansa kenangan hangat bersama
tak lama, kita takkan beriringan
senanar apapun aku melihatnya, semua takkan berubah
kita harus terpisah
hiduplah masing-masing
sukseslah semuanya
akan ada saatnya kita kembali pulang, bersama
menguatkan pondasi yang kini akan terasa goyah
sukseslah semuanya
akan tiba waktunya kita akan menangisi pertemuan selanjutnya
setidaknya, mengalir kehangatan akan cerita masa depan
sukseslah semuanya
seperti mimpi kita semua akan terwujudkan
mengabdilah pada tujuan kedepan
pastikan, kita yang terhebat
tapi satu hal yang ingin ku katakan
"ingatlah hari ini"
melainkan tentang perpisahan yang sudah di ambang pintu
tak ada lagi keseragaman putih abu-abu yang akan membaluti tubuh kita
kegiatan pagi hingga sore pun akan terasa jauh menjarak
kali ini, ucapan terima kasih sudah tertuang di benak masing-masing
bahkan kata maaf tak henti-hentinya keluar dari mulut pribadi
betapa tidak, seiring berputarnya bumi, waktu kita ternyata memiliki batas
sekali lagi kita berbicara bersama, kita terjebak kenangan!
ruangan kelas dengan ornamen sederhana, kita membuatnya seakan itu sebuah rumah
karpet berukuran sedang, takkan lagi ada yang mengisi ketika siang
kursi dan meja sudah ada yang akan menggantikan posisi kita
tak lama, sudah waktunya kita beranjak
seperti yang pernah kalian sebut 'saatnya baju di gantungkan'
ribuan memori, terukir satu per satu mengalir tiada henti
sesaat bergumam betapa cepat berlalunya sang waktu
keakraban dengan caranya mundur pelan-pelan
kebersamaan dengan aturannya meminta izin pulang sejenak
Dua puluh empat, kita manusia unik
Sosial dua, kita klasik
semegah apapun rembulan saat malam, takkan menghalau ku tuk mengingat kalian
secerca harapan terselip malu, menyibak nuansa kenangan hangat bersama
tak lama, kita takkan beriringan
senanar apapun aku melihatnya, semua takkan berubah
kita harus terpisah
hiduplah masing-masing
sukseslah semuanya
akan ada saatnya kita kembali pulang, bersama
menguatkan pondasi yang kini akan terasa goyah
sukseslah semuanya
akan tiba waktunya kita akan menangisi pertemuan selanjutnya
setidaknya, mengalir kehangatan akan cerita masa depan
sukseslah semuanya
seperti mimpi kita semua akan terwujudkan
mengabdilah pada tujuan kedepan
pastikan, kita yang terhebat
tapi satu hal yang ingin ku katakan
"ingatlah hari ini"
I LOVE YOU CASINO
I LOVE YOU SOCIAL TWO
THANK YOU FOR ALL THE SWEETEST MEMORIES
HOW MUCH MORE DO I TRY NOT TO MISS YOU GUYS,
BUT IN THE END I KNOW YOU'RE A PART OF ME
I LOVE YOU CASINO
I LOVE YOU SOCIAL TWO
EVEN THOUGH OUR TIME IS SHORT
I UNDERSTAND SOMETHING THAT I WANNA TELL YOU FOR LONG TIME
"WE ARE INSEPARABLE. WE ARE INFINITE. WE ARE REMARKABLE."
AND THE LAST, THANK YOU FOR ALWAYS BE MY BEST FRIENDS.
with love,
30/04/2013
ANNISA ISTIQA SUWONDO
Komentar