Langit takkan pernah
bisa menjawab isi hati seseorang, baik kau maupun aku. Langit hanya bisa
melihat dan memperhatikan. Cinta, tak ada yang bisa mengerti selain diri
sendiri dan sejatinya hati itu sendiri.
Mengerti atau tidak,
ketika jatuh cinta semua terasa bahagia, segalanya bisa berubah dalam seketika.
Keakuan alam mutlak yang membuatnya terlihat seperti itu.
Aku jatuh cinta.
Tak mengerti bagaimana
alurnya, yang jelas aku mencintaimu. Aku di butakan oleh hal-hal tentangmu. Kesabaran
yang tak biasa ku miliki mendadak muncul melebihi oktaf biasanya. Nalarku tak
pernah bergeming rancu. Yang jelas yang kurasa; rindu.
Aku tak pernah
menyesali telah mencintaimu, sebagaimana perlakuanmu, aku jelas jatuh dan cinta
padamu. Kau sebutkan, kau mencintaiku dengan seluruh hatimu, dan aku sadar, itu
hanyalah kenanganmu yang mencintaiku; bukan hatimu. Aku tak perlu rasa iba agar
kau membalas hatiku, tak masalah bagiku, bersama atau tanpamu aku masih bisa
berdiri, berjalan dan bahagia. Aku sudah pernah katakan sebelumnya; kau yang
memiliki hatiku, dan kau memiliki kuasa untuk mematahkannya. Itu hak mu. Hanya saja,
tak pernahkah kau mengetahui apa itu defenisi dari kata ‘sayang?’ ku rasa kau
belum menemukan jawabannya.
Aku bisa mengerti, aku
bisa bertahan. Walaupun terlihat egois, aku katakan aku masih bisa tersenyum,
aku lebih menikmati kejujuran yang pahit dari pada kebahagiaan yang berselimut
dusta. Cinta akan tetap bernama cinta. Rasa akan terus menjadi rasa. Tapi hanya
satu yang bisa merubahnya; Waktu.
Dan saat itu aku sadar,
cinta membutakan segalanya …”
tanpa bintang, mereka hujan ~
write by @istiqasuwondo
Komentar