Langsung ke konten utama

maaf aku belum sempat membalasnya #4 (end)

"mbak, ini ada paket untuk mbak avi, katanya dari Padang"
"kapan datangnya bik?
"seminggu yang lalu mbak. maaf bibik baru kasi sekarang soalnya kata ibuk selesai si mbak ujian dulu baru di kasih"
"oh begitu, makasih ya bik"
"njee mbak"

aku heran, selama tiga tahun ini aku tak pernah dapat kiriman paket dari Padang, kotaku dulu. tempat dimana aku kehilangan cinta pertama itu. tapi sudahlah, sudah tiga tahun berlalu mungkin dia juga sudah di kelilingi gadis-gadis yang jauh lebih baik dari pada aku. tapi kenapa paket ini bisa sampai kesini? dengan hati-hati aku membuka box besar itu. aku kaget melihat isi-isi didalamnya. tidak hanya satu jenis barang saja. melainkan ada beberapa. ada disana sebuah album foto besar penuh dengan foto-foto ku ketika memasuki kelas baru dulu, ketika aku mengikuti lomba solo song, lomba gitar solo dan beberapa foto ku sedang tertidur, ada lagi miniatur Tinkerbell lengkap bersama PeterPannya di bungkus dengan kaca. indah sekali. adalagi dua puluh enam tangkai bunga mawar palsu, serta kertas-kertas kecil yang berisi ucapan-ucapan, dan terakhir disana aku mendapat sebuah buku bersampul abu-abu disana tertera namaku. ku baca pelan-pelan hingga aku meneteskan air mata ketika membacanya. ini semua dari kinan. yang hingga dihalaman terakhir dia mengatakan bahwa dia masih menunggu kepulanganku. 
aku tidak pernah menduga hal ini. aku hanya menyangka, cinta yang bersemi di hatinya tiga tahun lalu hanyalah, perasaan seorang anak remaja yang mungkin bisa hilang dimakan waktu. tapi kali ini, aku tak bisa mendeskripsikan apapun. pikiranku sudah terkontaminasi dengan kinan. iya, kali ini aku terjebak kenangan. aku merindukan dia sejak lama. menjadi seorang pengecut untuk membalas cintanya adalah suatu kesalahan  terburuk dalam hidupku. tanpa berfikir panjang aku menghampiri, mama yang tengah duduk santai di depan teras.
"ma, avi boleh pulang ke Padang selama liburan ini?"
"mau ngapain?"
"ada yang perlu avi selesaikan disana ma"
"kenapa mendadak?"
"avi baru tau karna avi baru buka paket yang datangnya seminggu lalu"
"emang isinya apa?"
"masih tentang kejadian 3 tahun lalu yang pernah avi ceritakan dulu ma"
"kinan?"
"iya. avi mohon ma. avi nggak mau lagi jadi orang bodoh yang mendam semuanya. kinan juga berhak tau bagaimana perasaan avi ma"
"baiklah sayang, pesan tiketnya sekarang, biar om Rudi yang menjemputmu disana, kamu tinggal bersama mereka selama disana, nanti mama bilang sama om Rudi"
"terima kasih banyak ma" kali ini mama benar-benar sudah melepaskanku. aku bisa mengatakan kejujuran ini. setelah sekian lama. aku akan bertemu dia kembali. kinan.
***

"makasih ya om, aku mau langsung ke rumah teman ku. aku minta tolong barang-barang ku ya om"
"kenapa dadakan gitu. kamu juga baru sampai"
"ini darurat om. aku gak mau terlambat sedetik pun"
"biar om yang antar deh"
"gausah om, naik taksi aja. aku masih hafal kok jalan kota Padang ini"
aku masih hafal bagaimana struktur jalan di kota ini, jalan masuk perumahannya kinan. aku masih hafal semuanya. sampai akhirnya aku tepat berada di depan pintu rumahnya. ku ketuk perlahan hingga muncul seseorang bertubuh sedang. aku kaget, sosok itu begitu kurindukan. dia sama sekali tak berubah. aku tak bisa berhenti melihat ke arahnya, dia hanya mematung melihat ku berdiri di depan pintu rumahnya.
"ada apa kesini?"
"aku mencari kamu"
"untuk apa?"
"memberi kejelasan tentang tiga tahun yang lalu.."
"itu cuma masa lalu"
"aku tau, itu hanya masa lalu. aku tau aku hanya perempuan pengecut kala itu. maaf, aku belum sempat membalasnya, aku juga mencintaimu hingga kini"
"untuk apa sekarang kau mengatakannya?"
"maaf, tolong jangan rubah hatimu, jangan berubah sedikitpun"
"hatiku sudah mati.."
"maksudmu? bukankah kamu seminggu lalu mengirimi ku semuanya?"
"maksudku hatiku sudah mati untuk mencintai yang lain. berapa kali aku mencoba, kamu tetap menempati posisi pertama. kau tau aku ingin marah kala itu? tapi aku tidak bisa, akulah pecundang yang kala itu mendiami mu. aku sama sekali tidak tau maksud ucapanmu. ternyata kau akan pindah"
"sudahlah, aku benar-benar tidak ingin semuanya menjadi penyesalan. maaf aku belum sempat membalas cintamu tiga tahun yang lalu, tapi sekarang aku masih mencintaimu"
"maaf aku belum sempat membalas semuanya, aku masih mencintaimu juga. karna kamu spesial"
"bukan aku, tapi karna kita spesial." 
aku tak henti menangis dalam pelukannya. pelukan hangatnya. dia sudah mendominasi seluruh hatiku. tanpa terkecuali. cinta untuknya memang tak pernah padam, aku memang tau seperti apa rasanya menyimpan cinta itu sendiri. disaat aku tau dia mencintaiku, aku tak punya keberanian untuk mengatakan kejujuran. memang kejujuran sangat berharga. aku mencintainya. dia, kinan ku sekarang. karna dia spesial. tidak, karena kami spesial.

"kau melihatku dari sosok lain. cara pandangmu menyemangati hidupku. aku berubah berkat dorongan mu. disaat orang lain tak percaya akan kelebihanku, hanya kau satu-satunya yang yakin bahwa aku; spesial. tak hanya mata mu yang berbicara, kejujuran hatimu lah yang membuatku jatuh cinta. matamulah yang membawaku sejauh ini. dan disaat segalanya mengalir dan berjalan walau tak semestinya, dari awal memang aku tidak salah menyebutmu, kau; spesial" #kinan



THE END




write by @istiqasuwondo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kau pantas mencari penggantinya

“kamu bertahan untuk apa? Memutar waktu? Membalikkan hati manusia yang sudah tak mengingatmu?” seru Anita  Dalam rintikan hujan, Dinda termenung memikirkan setiap rangkaian kata dari Anita. Dalam pikirannya hanya bermain-main satu orang laki-laki yang sejak dulu tak ingin ia lupakan.   Ia bertahan karena ia percaya bahwa keajaiban akan mengembalikan hati lelaki itu. Ia tak pernah bosan untuk bertahan menanti, walau ia tau bagaimana rasanya di abaikan berkali-kali. Andai waktu dapat menjawab hati manusia lebih cepat, penantian mungkin takkan pernah berujung lama dan penuh tanda tanya seperti yang terjadi pada setiap manusia saat ini. Andai rasa bisa di hapus dengan lebih cepat tanpa harus menunggu waktu, pasti tak banyak manusia yang merasakan luka dan rasa iba setiap saat. Tapi, waktu terlalu sering bermain-main hingga ia berlama-lama mengguncang hati manusia setiap kali manusia terluka. *** “bagaimana sudah berfikiran jernih?” tanya Anita tiba-tiba “ti...

saya bercerita sedikit

  hello semua para pembaca, ini cerita saya kemarin 8. Oktober 2013 selamat membaca dan melihat beberapa foto yang tertera :)   cerita kemarin, kemarau sudah mulai menampakkan jati dirinya. pepohonan mulai menguning dan gugur satu per satu. udara yang begitu dingin membuat tubuh sedikit menggigil. namun tidak menghalangi niat saya untuk terus berjalan dan mencari tahu seluk-beluk kota ini. ini dia salah satu taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya.  -Ronaldstrasse- haltestelle berkunjung kesana untuk pertama kalinya, dengan modal nekat tanpa tau tempat lebih tepatnya. berjalan bersama seorang teman sehabis pulang kursus, setidaknya melupakan sedikit beban kepala yang begitu menumpuk. balik lagi, taman ini sewaktu saya berkunjung tidak begitu ramai, mungkin di karenakan masih terlalu siang, banyaknya pohon membuat rindang taman ini, saya tidak banyak memotret tapi coba lihat beginilah kira-kira keadaan taman yang saya kunju...

kau biarkan aku berperang sendirian

tulisan ini terbentuk dari potongan-potongan perasaan yang tak bisa ku utarakan. saat itu menilai diriku dan kamu hanyalah bentuk ketidakdewasaan. namun setelah ku telusuri segala sisi dari hidupku, melihat dari sisi terluar perasaan kita, lingkungan baru membuat cara pandangku semakin berbeda. patutlah aku beranjak lebih cepat. depalan tahun lalu, sebelum kita memutuskan untuk saling memaafkan lagi. kita punya misi yang baik untuk dapat ku percaya bahwa ini adalah terakhir kalinya. kau terjebak dengan pesona masa lalumu ini, aku terjebak dengan kata cinta yang selalu kau utarakan berkali-kali. sekejap kita bagaikan simpul tali yang terikat dengan erat. hari-hariku bersamamu adalah waktu dimana aku berusaha menyesuaikan diri, meninggalkan ego di kantong belakang, agar janji tersebut dapat terlaksana. ku beri kau seluruh dunia, agar semangatmu tak lagi hilang. ku beri kau seluruh cinta agar sepimu tak lagi datang. ku beri kau waktu yang berlimpah, agar kau tak perlu menanggung rindu. sa...